KURIKULUM 2013 DAN PENILAIAN KTSP



KURIKULUM 2013 DAN PENILAIAN GABUNGAN KTSP

UMAR BAKRI SEDANG GALAU
Pemberhentian Kurikulum 2013 untuk sementara waktu membuat kalangan pendidik kebingungan, terutama dalam hal memberikan nilai akhir kepada siswanya berupa hasil belajar   ( Raport ), ada yang berpendapat saya kembali ke KTSP,ada juga yang ngotot tetap melanjutkan kurtilas sampai akhir semester  ini, kenapa ini mesti terjadi kemudian apa solusinya …….?
Hal pertama yang harus kita sikapi adalah menjawab pertanyaan tadi, kenapa ini harus terjadi ?
Sebenarnya alasan mereka cukup kuat, alasan mereka yang kembali ke KTSP apabila hasil belajar / Raport siswa diberikan dalam bentuk yang baru atau kurtilas bagaimana nantinya nilai siswa pada semester kedua yang dikembalikan ke KTSP (sementara) mereka menyatakan tidak adanya  ketetapan untuk kalimat sementara berapa waktu yang ditetapkan, oleh karena itu mereka tetap beranggapan Raport yang dibagikan kepada siswa adalah Raport KTSP.
Adapun mereka yang ngotot melanjutkan Kurtilas sampai akhir semester ini mempunyai alasan yang cukup kuat dimana penilaian di dapat dari hasil belajar penerapan Kurikulum 2013 kalau kita gunakan Raport KTSP maka penilaiannya jelas berbeda sehingga yang relevan adalah pemberian Raport kurtilas untuk semester pertama.
 Solusi
Sebaiknya kita mengambil sikap yang bijak dan tidak merugikan siswa kita dengan cara mencari kesamaan Format pengambilan nilai akhir siswa untuk pengisian raport. Pada raport KTSP nilai didapat dari nilai harian, UTS dan UAS pada ranah pengetahuan,sedangkan pada Kurtilas nilai didapat dari KI dan KD dalam setiap kali tatap muka,UTS dan UAS pada ranah Sikap,Pengetahuan dan Keterampilan.
Solusi yang kami tawarkan sebaiknya guru tetap memberikan penilaian kurikulum 2013 dan membuatkan Raportnya sebagai arsip guru, sedangkan Raport yang dibagikan kepada siswa adalah bentuk KTSP yang bahan dasarnya adalah Nilai Akhir RANAH PENGETAHUAN di Raport K 13 dengan mengambil rata rata dari Kompetensi Dasar yang ada di kurtilas selanjutnya  dijadikan nilai harian, UTS serta UAS , kemudian dimasukkan ke Raport KTSP.
Semoga ulasan kecil ini bisa mengobati kegalauan para pendidik dalam menghadapi perubahan yang terjadi di dunia pendidikan. wasalam

Komentar